Jumat, 12 April 2013

System Titik Potong Pada Balok Terusan

Pengetahuan dasar
                System atau konstruksi balok terusan terjadi kalau suatu balok lurus menumpu tiga kali atau lebih. Balok terusan di atas tumpuan itu boleh berputar bebas akan tetapi tumpuan itu menjadi kaku, dengan maksud agar tidak bisa turun atau naik tempatnya. Pada konstruksi bangunan rumah syarat atau ketentuan ini biasanya boleh digunakan.
                Sebagai system dasar dipilih beberapa balok tunggal dengan momen tumpuan yang disuperposisi pada system dasar. Persamaan elastis dengan pengertian bahwa garis elastis berjalan harmonis, adalah :
Β = -α’                   β = -α”
Atas dasar pengetahuan ini kita langsung bisa menentukan sebagai persamaan elastis syarat persamaan tiga momen secara analitis atau bisa juga menggunakan cara grafis. Kita memikirkan balok terusan hanya menerima beban pada satu bagian antara dua tumpuan sebagai balok terjepit elastis dengan :
α = -ε₁.M₁            β = ε₂.M₂
Sekarang semua bagian balok terusan sebelah kiri dari bagian yang kita memperhatikan adalah suatu system yang terjepit sebelah kiri dengan momen sebelah kanan. Titikmomen nol ada pada titik potong J.
Pada bagian balok terusan yang sebelah kanan dari bagian yang kita memperhatikan adalah suatu system yang terjepit sebelah kanan dengan momen sebelah kiri dan titik momen nol ada pada saat titik potong K.
Dengan cara ini ditentukan bagian per bagian dari balok terusan yang diperhitungkan. Sesudah ditentukan semua diagram momen pada semua bagian balok terusan tinggal disuperposisi saja.
Menentukan titik potong
Penentuan secara analitis:
Ukuran jarak a dan b untuk titik potong J dan K pada balok dengan momen lembam / tetap, rumus rumusnya ialah seperti berikut:
1.       Pada balok yang terjepit elastis:                    
         a =          l / 3 + β E I. ε₁/l
                     

b =         I/ 3 + β E I. ε₂/l
              
2.       Pada balok terjepit:                                        a = b = I
         

3.       Pada balok tunggal dengan tumpuan yang bebas pada putaran : a =b = 0
Ukuran jarak a’ dan b’ untuk titik potong berikutnya J’ dan K’ pada balok denagn momen lembam / tetap, kita menentukan atas dasar rumus.
1.       Pada balok yang terjepit elastis :
l’ lebar bentang dari bagian yang diperhatikan                               

l lebar bentang bagian kiri dari l’                                                                  
l’ lebar bentang dari bagian yang diperhatikan                                     
l lebar bentang bagian kanan dari l’

                                                                                                
2.       Pada balok terjepit
a’ =        l’                              ;               b’ =        l’
     3 + 1,5  I / l’                                         3 + 1,5  l / l’
Penentuan secara grafis hanya boleh dilakukan pada balok dengan momen lembam / tetap.                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar