Kamis, 04 April 2013




Pengembangan sumberdaya manusia melalui sekolah menengah kejuruan, khususnya program keahlian rumpun bangunan

Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Di SMK,terdapat banyak sekali Program Keahlian.
Namun sekolah menengah kejuruan masih menjadi nomor dua setelah sekolah meneengah atas. Khususnya SMK rumpun bangunan kerapkali diberi anggapan sebagai pencetak tukang atau kuli. Padahal, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu komponen yang patut dikembangkan dalam pendidikan di Indonesia. Di era perdagangan bebas, tuntutan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang terampil di bidangnya mutlak diperlukan. Indonesia sebagai pemasok tenaga kerja yang cukup produktif di mata internasional, harus bersaing dengan negara lain yang sistem pendidikannya beberapa diantaranya lebih maju dari Indonesia sehingga mampu menghasilkan angkatan kerja yang mumpuni di bidangnya.
Untuk memenuhinya, kesiapan kualitas SDM angkatan kerja harus makin ditingkatkan. Jalurnya perlu dipersiapkan melalui sistem pendidikan yang disesuaikan untuk mampu mengatasi kebutuhan sumber daya manusia yang siap kerja. Maka dari itu untuk SMK dalam bidang ini perlu lebih diperhatikan dan jangan dipandang sebelah mata saja.
Anggapan-anggapan tentang sekolah bangunan ini hanya akan menjadi kuli dan tukang bangunan harus dihilangkan dari pola pikir masyarakat. Karena tentu ini tidak sepenuhnya benar. Walaupun pekerjaaan bangunan identic dengan kondisi kotor namun dilingkungan kerja nantinya belum tentu sama seperti apa yang dibayangkan.

Prospek kerja untuk Sekolah teknik bangunan sangatlah luas ,seperti :
  1. Menjadi direktur atau pemilik perusahaan, impian yang tinggi sekali. Ini merupakan sesuatu yang sangat mungkin karena jika mau melihat sejenak ternyata banyak pimpinan perusahaan bangunan di Indonesia yang mengawali karir dari bawah. Hal ini justru menjadi kelebihan tersendiri karena sebagai pemimpin sudah tahu suka duka dan pernah menjalani apa yang menjadi pekerjaan staf yang dipimpinya.
  2. Pelaksana bangunan : bertugas mengarahkan tukang bangunan dan mengaplikasikan gambar kedalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan.
  3. Drafter : bertugas membuat gambar shop drawing atau gambar pedoman pelaksanaan.
  4. Quantity surveyor : bertugas menghitung volume dan kebutuhan bahan bangunan.
  5. Quality qontrol : bekerja melakukan pengontrolan dan pengecekan pelaksanaan pembangunan agar menghasilkan produk yang bagus dan sesuai prosedur kerja.
  6. Pengendalian proyek : kerjanya menghitung rencana anggaran biaya bangunan ( RAB ), menghitung rencana anggaran biaya pelaksanaan ( RAP ) sehingga proyek bangunan yang dikerjakan dapat memberikan keuntungan.
  7. Logistik proyek : bertugas mengadakan dan melakukan pembelian material bangunan.
  8. Dan pekerjaan lainya sesuai keinginan masing-masing.

Setelah lulus SMK pun dapat melanjutkan kuliah ke berbagai fakultas tergantung minat. Namun ada beberapa jurusan kuliah yang sesuai dengan ilmu yang dipelajari dibangku SMK, seperti :  Teknik sipil dan perencanaan, teknik arsitektur, teknik industry, dll.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar