Pengembangan sumberdaya
manusia melalui sekolah menengah kejuruan, khususnya program keahlian rumpun
bangunan
Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan
formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang
sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK
sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Di SMK,terdapat banyak
sekali Program Keahlian.
Namun sekolah menengah kejuruan masih menjadi
nomor dua setelah sekolah meneengah atas. Khususnya SMK rumpun bangunan kerapkali
diberi anggapan sebagai pencetak tukang atau kuli. Padahal, Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) adalah salah satu komponen yang patut dikembangkan dalam pendidikan di
Indonesia. Di era perdagangan bebas, tuntutan kebutuhan sumber daya manusia
(SDM) yang terampil di bidangnya mutlak diperlukan. Indonesia sebagai pemasok
tenaga kerja yang cukup produktif di mata internasional, harus bersaing dengan
negara lain yang sistem pendidikannya beberapa diantaranya lebih maju dari
Indonesia sehingga mampu menghasilkan angkatan kerja yang mumpuni di bidangnya.
Untuk memenuhinya, kesiapan kualitas SDM angkatan kerja
harus makin ditingkatkan. Jalurnya perlu dipersiapkan melalui sistem pendidikan
yang disesuaikan untuk mampu mengatasi kebutuhan sumber daya manusia yang siap
kerja. Maka
dari itu untuk SMK dalam bidang ini perlu lebih diperhatikan dan jangan
dipandang sebelah mata saja.
Anggapan-anggapan tentang sekolah
bangunan ini hanya akan menjadi kuli dan tukang bangunan harus dihilangkan dari
pola pikir masyarakat. Karena tentu ini tidak sepenuhnya benar. Walaupun pekerjaaan
bangunan identic dengan kondisi kotor namun dilingkungan
kerja nantinya belum tentu sama seperti apa yang dibayangkan.
Prospek kerja untuk Sekolah
teknik bangunan sangatlah luas ,seperti :
- Menjadi direktur atau pemilik perusahaan, impian yang tinggi sekali. Ini merupakan sesuatu yang sangat mungkin karena jika mau melihat sejenak ternyata banyak pimpinan perusahaan bangunan di Indonesia yang mengawali karir dari bawah. Hal ini justru menjadi kelebihan tersendiri karena sebagai pemimpin sudah tahu suka duka dan pernah menjalani apa yang menjadi pekerjaan staf yang dipimpinya.
- Pelaksana bangunan : bertugas mengarahkan tukang bangunan dan mengaplikasikan gambar kedalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan.
- Drafter : bertugas membuat gambar shop drawing atau gambar pedoman pelaksanaan.
- Quantity surveyor : bertugas menghitung volume dan kebutuhan bahan bangunan.
- Quality qontrol : bekerja melakukan pengontrolan dan pengecekan pelaksanaan pembangunan agar menghasilkan produk yang bagus dan sesuai prosedur kerja.
- Pengendalian proyek : kerjanya menghitung rencana anggaran biaya bangunan ( RAB ), menghitung rencana anggaran biaya pelaksanaan ( RAP ) sehingga proyek bangunan yang dikerjakan dapat memberikan keuntungan.
- Logistik proyek : bertugas mengadakan dan melakukan pembelian material bangunan.
- Dan pekerjaan lainya sesuai keinginan masing-masing.
Setelah lulus SMK pun dapat melanjutkan kuliah ke berbagai fakultas
tergantung minat. Namun ada beberapa jurusan kuliah yang sesuai dengan ilmu
yang dipelajari dibangku SMK, seperti : Teknik
sipil dan perencanaan, teknik arsitektur, teknik industry, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar